Termasuk Syirik: Nadzar untuk Selain Alloh

Al Ustadz Abu Yahya Mu’adz hafizhahulloh

Berikut audio kajian beliau hafizhahulloh pembahasan kitab “Mulakhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid” karya Asy-Syaikh Sholih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahulloh pada hari Sabtu, 7 Muharram 1438H – 8 Oktober 2016M di Masjid Agung Cimahi dengan tema “Termasuk Syirik: Nadzar untuk Selain Alloh”:

[16 KBPS]
Termasuk Syirik: Nadzar untuk Selain Alloh – Al Ustadz Abu Yahya Mu’adz

[32 KBPS]
Termasuk Syirik: Nadzar untuk Selain Alloh – Al Ustadz Abu Yahya Mu’adz

[48 KBPS]
Termasuk Syirik: Nadzar untuk Selain Alloh – Al Ustadz Abu Yahya Mu’adz

02-termasuk-syirik-nadzar-untuk-selain-alloh

RINGKASAN PEMBAHASAN

Firman Alloh Azza Wa Jalla yang artinya: “Mereka menunaikan nadzar.” (QS. Al Insan: 7). “Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nadzarkan maka sesunggunya Alloh mengetahuinya.” (QS. Al Baqarah: 270).

Di dalam ayat ini, Alloh Azza Wa Jalla memuji orang-orang yang memenuhi dan mengerjakan Nadzarnya, sehingga keduanya menunjukkan nadzar adalah ibadah. Termasuk syirik, nadzar untuk selain Alloh. Faidah yang bisa diambil dari kedua ayat ini:

  1. Nadzar adalah ibadah maka menyelewengkannya untuk selain Alloh adalah Syirik Besar.
  2. Penetapan bahwa Alloh mengetahui segala sesuatu.
  3. Penetapan adanya balasan untuk setiap amalan.
  4. Motivasi dan anjuran untuk menunaikan nadzar.

Diriwayatkan dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, sesungguhnya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang nadzar dalam rangka ketaatan kepada Alloh maka hendaknya dia menaati-Nya dan barangsiapa yang nadzar untuk bermaksiat kepada Alloh maka janganlah dia bermaksiat kepada-Nya.” (HR. Bukhari no. 6696, Abu Dawud no.3289, At-Tirmidzi no. 1526, Ibnu Majah no.2126 dan Ahmad dalam Musnad 6/36 dan 41).

Hadits ini mengandung makna, Nabi memerintahkan orang yang nadzar dalam rangka ketaatan kepada Alloh misalnya sholat, shodaqoh, dan selainnya agar menunaikan nadzarnya. Kemudian beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam melarang orang yang nadzar dalam rangka bermaksiat kepada Alloh, misalnya untuk menyembelih kepada selain Alloh, sholat di sisi kuburan, safar ke kuburan, dan kemaksiatan lainnya.

Faidah yang bisa diambil dari hadits di atas:

  1. Nadzar adalah ibadah, maka menyelewengkannya kepada selain Alloh adalah syirik.
  2. Wajibnya menunaikan nadzar dalam rangka ketaatan kepada Alloh.
  3. Haramnya menunaikan nadzar untuk bermaksiat kepada Alloh.

Wallohu A’lam bi showab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *