Siapakah Sahabat Sejati itu?

Abu Hamzah Rizqi [1]
Manusia mana di dunia yang fana ini tidak mempunyai sahabat? Dengam persahabatan itu terkadang seseorang akan menjadi baik dan dengan persahabatan itulah terkadang seseorang akan menjadi jelek.
Siapakah sahabat sejati itu?

Di dalam kitab nikmatul Ukhuwah disebutkan kriteria seseorang yang layak dijadikan sahabat, diantaranya:
  1. Berakhlak Mulia
  2. Bukan termasuk ahlul bid’ah
  3. Tidak mempunyai akhlak yang jelek
  4. Tidak berambisi kepada dunia
  5. Bukan pelaku kemaksiatan
Berkata Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rohimahulloh:

“Temanmu adalah orang yang menasihatimu, mengingatkanmu, memberi peringatan kepadamu. Bukan orang yang melalaikanmu, bukan orang yang lari berpaling darimu, bukan pula yang hanya bersikap baik kepadamu. Tetapi teman sejati, teman yang sebenarnya adalah teman yang menasihatimu, memberi wejangan kepadamu, menunjukkan jalan-jalan keselamatan hingga kamu menempuhnya. Memberi peringatan kepadamu dari jalan-jalan kebinasaan serta menjelaskan jeleknya jalan kebinasaan, hingga engkau menjauhi jalan tersebut.”

Lalu bagaimana dengan teman di sekitar kita? Apakah mereka benar-benar teman bagi kita? Atau mereka hanya orang-orang yang berbuat baik dihadapan kita?
Ingat, sahabat sejati bukanlah yang mendiamkan kesalahan saudaranya tapi yang bersegera menasihatinya tatkala terjerumus dalam kemaksiatan dan kesalahan. Sungkan, tidak enak, bukan menjadi alasan untuk menasihati saudaramu, dusta pengakuanmu jika kamu mencintai saudaramu tapi membiarkan dia dalam kesalahan.
Alloh azza wa jalla berfirman (artinya):

“Teman-teman karib pada hari itu (hari kiamat) saling bermusuhan satu sama lainnya kecuali orang-orang yang bertaqwa.” (Q.S. Az-Zukhruf: 67)

Selektiflah dalam memilih teman tidak harus semua orang dijadikan sahabat sejati.
__________________
[1]. WA Salafy Solo dalam Forum Berbagi Faidah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *