Sebagian Kaum Musyrikin Menyembah Malaikat

Al Ustadz Abu Yahya Mu’adz hafizhahulloh

Berikut audio kajian beliau hafizhahulloh pembahasan Kitab Mulakhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid pada hari Sabtu, 14 Jumadil ‘Ula 1438H – 11 Februari 2017 di Masjid Agung Cimahi Jalan Amir Machmud Samping Alun-Alun Kota Cimahi dengan tema “Sebagian Kaum Musyrikin Menyembah Malaikat.”

[24 KBPS] 
Sebagian Kaum Musyrikin Menyembah Malaikat – Al Ustadz Abu Yahya Mu’adz

[16 KBPS]
Sebagian Kaum Musyrikin Menyembah Malaikat – Al Ustadz Abu Yahya Mu’adz

[8 KBPS]
Sebagian Kaum Musyrikin Menyembah Malaikat – Al Ustadz Abu Yahya Mu’adz

RINGKASAN FAIDAH

Sebagian Kaum Musyrikin menyembah malaikat (beribadah kepada malaikat), padahal sebagaimana disebutkan dalam Surat Saba’: 23, keadaan malaikat sebagai makhluk terbesar yang diibadahi selain Alloh oleh kaum Musyrikin ketakutan ketika mendengarkan firman Alloh. Jika demikian keadaannya, bagaimana bisa mereka diibadahi? Firman Alloh dalam Surat Saba’: 23 sekaligus merupakan bantahan bagi kaum musyrikin yang menyembah makhluk-makhluk yang tidak sebanding dengan malaikat.

Faidah lainnya yang bisa kita ambil dalam pembahasan ini diantaranya:

  1. Alloh memiliki sifat Kalam yakni berbicara sesuai dengan sifat yang layak dengan kemuliaan-Nya. Tentunya sifat berbicara Alloh berbeda dengan makhluk-Nya. Ini bantahan atas keyakinan Wahdatul Wujud (Alloh menyatu denggan makhluk-Nya) atau Alloh ada dimana-mana. Termasuk kebatilan juga menyebut Al Qur’an (Kalamulloh) adalah makhluk.
  2. Cara dukun dan tukang sihir membangun kedustaan di atas satu berita yang berhasil dicuri oleh syaithan dari para malaikat, dimana hanya satu yang benar dari 99 kedustaan tersebut. Biasanya syaithan sebelum sempat mengabarkan kepada dukun atau tukang sihir atas berita yang telah berhasil dicuri itu atau sebelum mencuri berita dari malaikat sudah lebih dulu dilemparkan panah api, tetapi kadang ada yang berhasil mencuri hingga memberitakannya sebelum sempat terkena lemparan panah api.
  3. Keagungan Alloh, dimana Alloh memfirmankan seuatu wahyu sesuai kehendak-Nya dan seluruh langit akan berguncang keras disebabkan rasa takut kepada-Nya. Kemudian Alloh menyampaikan wahyu kepada Jibril untuk selanjutnya disampaikan melalui Jibril kepada siapa saja yang Alloh perintahkan untuk disampaikan kepadanya.

Wallohu A’lam bi showab.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *