Peringatan Terhadap Berbagai Bentuk Kejelekan

Al Ustadz Abu Ishaq Muslim hafizhahulloh [1]

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam tidak pernah bosan memberi bimbingan berupa kebaikan-kebaikan yang dibutuhkan oleh kita dan apa saja yang membawa kita kepada pintu surga. Demikian pula beliau memberi peringatan terhadap berbagai bentuk kejelekan  yang bisa menyebabkan kecelakaan di dunia dan akhirat.

Pokok agama ialah memerintahkan kepada perkara ma’ruf (kebaikan) dan mencegah dari perkara munkar (kejelekan). Ma’ruf mengacu pada segala sesuatu yang dipandang baik oleh syari’at. Sebaliknya munkar atau kejelekan mengacu pada segala sesuatu yang dipandang jelek oleh syari’at. Perkara ma’ruf telah diajarkan oleh Rosul dan agama. Demikian pula perkara munkar kita telah diperintahkan untuk menjauhinya.

Umat yang Alloh utus sebagai umat terbaik, memerintahkan pada ma’ruf dan mencegah dari perkara munkar. Ciri-cirinya telah diketahui pada aqidah dan manhajnya. Ulama ahli hadits adalah ulama ahlussunnah wal jama’ah. Prinsip aqidah ahlus sunnah ialah agama ini mengajarkan amar ma’ruf nahi munkar dan berpaling dari pelaku-pelaku kebodohan, jahiliyyah, dan kerusakan.

Seseorang benar diketahui berada di atas prinsip ini. Seseorang sesat diketahui tidak berada di atas prinsip ini. Bila ingin dikatakan benar agamanya maka harus menjalankan prinsip ini, mengerjakan perkara ma’ruf dan meninggalkan perkara munkar.

Kejelekankejelekan yang diperingatkan dalam agama Alloh, termasuk larangan dan kerusakan yang terjadi, telah diterangkan. Bahkan pada kerusakan yang belum terjadi. Dalam kitab-kitab riwayat (shohih, sunan, dan musnad) telah didapati kerusakan-kerusakan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dalam shohih Bukhari dibahas dalam bab tersendiri. Ini sebagai peringatan agar kita tidak jatuh masuk kepadanya. Seseorang beruntung apabila selamat dari fitnah (kejelekan). Sebaik-baik mukmin ketika terjadi fitnah adalah mencari tempat selamat, bahkan jika sampai terjadi pertumpahan darah antar sesama muslim.

Kejelekan (fitnah dan segala jenisnya) telah dijelaskan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan kita telah diperingatkan agar tidak mendatanginya (menjauhi). Para salaf mempelajari agama ini dengan mengetahui kebaikan agar dapat diamalkan dan mengetahui kejelekan untuk meninggalkannya.

Shahabat Huzdaifah ibn Yaman rodhiyallohu ‘anhu, ialah seorang shahabat yang selalu ingin mengetahui kejelekan dan kemunkaran yang akan terjadi. Tentu saja bukan untuk dikerjakan, tetapi karena khawatir jatuh pada kejelekan tersebut. Tidak satupun shahabat yang tidak mengkhawatirkan dirinya jatuh ke dalam perbuatan nifaq dalam keadaan mereka adalah shahabat yang diridhai Alloh. Nifaq adalah bentuk kejelekan.

Mengetahui kejelekan bukan untuk diamalkan tetapi untuk menjaga diri kita dari kerusakan tersebut, kita menghindari dan menjauhinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *