Penyimpangan dan Kesesatan Syiah

Al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawi hafizhahulloh

Faidah kajian tematik Masjid Agung Cimahi beliau hafizhahulloh dengan Tema Penyimpangan dan Kesesatan Syiah meliputi kesesatan dalam Aqidah (sikap Ghuluw terhadap Shahabat Ali, Sesembahan Syiah, Nabi dan Kitab Sucinya Syiah, Kekafiran dan celaan Syiah terhadap Para Shahabat, Syahadat Syiah, Rukun Iman dan Islam versi Syiah), kesesatan dalam Ibadah (Adzan dan Sholatnya Syiah), Sejarah Kelam Pengkhianatan dan Kekejaman Kaum Syiah. Disertai dengan audio rekaman.

Berikut beberapa faidah yang bisa kita ambil dari Kajian Tematik beliau hafizhahulloh dengan tema “Penyimpangan dan Kesesatan Syiah” yang diselenggarakan pada tanggal 18 Syawwal 1437H – 23 Juli 2016M di Masjid Agung Cimahi. Terdapat beberapa edit dari redaksi tanpa merubah makna dan intisari pada faidah yang ada, dan ada penambahan dari sesi tanya jawab:

penyimpangan-dan-kesesatan-syiah-rev

PRINSIP AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR
Prinsip ini memerintahkan kebaikan yakni perkara-perkara ketaatan kepada Alloh dan mencegah kemungkaran seperti bid’ah, maksiat, termasuk yang meliputi pemahaman menyimpang dan pelakunya. Ini adalah prinsipnya para nabi dan dicanangkan pada umat ini dimana Alloh mewajibkan kaum muslimin untuk menegakkannya, sebagaimana FIrman-Nya dalam Surat Ali Imron 104:

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌۭ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

Dengan prinsip amar ma’ruf nahi munkar, umat Islam mendapat gelar umat yang terbaik. Alloh Ta’ala berfirman:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًۭا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Alloh. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali Imron: 110)

Prinsip yang dengannya Alloh akan menahan adzab-Nya dari para hamba-hamba atau bisa mencegah umat ini dari kehancuran, kebinasaan dan adzab Alloh.

SIKAP GHULUW SYIAH DALAM MENCINTAI SHAHABAT ALI BIN ABI THALIB rodhiyallohu ‘anhu
Syiah memiliki sifat ghuluw atau melampaui batas dalam mencintai shahabat Ali bin Abi Thalib rodhiyallohu ‘anhu sehingga hal itu menjerumuskan mereka ke dalam penyimpangan di dalam Aqidah Islam. Mulanya mereka hanya menyatakan bahwa shahabat Ali lebih utama dari Utsman rodhiyallohu ‘anhu, kemudian meningkat lagi menjadi Ali lebih utama daripada Abu Bakar dan Umar sehingga pada tingkatan ini sudah melakukan penyimpangan dan penentangan langsung kepada ijma’. Tak cukup sampai disitu, pada tingkatan selanjutnya mereka pun meyakini bahwa shahabat Ali bin Abi Thalib rodhiyallohu ‘anhu diberi wasiat oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Meningkat lagi pada tingkatan meyakini Ali adalah Nabi dan menyebut Jibril telah berkhianat. Bahkan pada puncaknya, menyatakan Ali bin Abi Thalib rodhiyallohu ‘anhu adalah Tuhan selain Alloh Azza Wa Jalla.

SYIAH RAFIDHAH DAN SESEMBAHANNYA
Syi’ah saat ini sudah masuk dalam kekufuran yang nyata sebagaimana terjadi pada Syiah Rafidhah atau Itsna Asy’ariyyah Imamiyyah. Syi’ah Itsna Asy’ariyyah Imamiyyah sesembahan mereka adalah shahabat Ali bin Abi Thalib rodhiyallohu ‘anhu, sepeninggal beliau rodhiyallohu ‘anhu, sesembahan mereka ialah tokoh-tokohnya. Penyembahan ini sudah terjadi bahkan pada zaman beliau rodhiyallohu ‘anhu yang dilakukan oleh Syi’ah Sabaiyyah. Kemudian sekte Ismailiyyah Qaramithah, syiah ekstrem kebatinan yang menuhankan tokoh-tokoh dan diri-diri mereka.

Syiah Nusyairiyyah ath-Thus, sekte yang menyebar di Syam, meyakini ketuhanan tokoh-tokohnya, misalnya menuhankan Bashar Ashad (pemimpin Suriah saat ini). Tak hanya itu, Syiah juga menyembah Khomeini dan kuburan Khomeini.

SIAPAKAH NABI-NYA SYIAH RAFIDHAH?
Nabi mereka bukan Muhammad bin Abdillah shollallohu ‘alaihi wa sallam, tetapi Ali bin Abi Thalib rodhiyallohu ‘anhu.

APAKAH KITAB SUCI SYIAH RAFIDHAH ITU AL QUR’AN?
Mereka punya kitab suci sendiri. Meyakini Al Qur’an sudah dirubah dan mereka memiliki Mushaf Fathimah yang terdiri dari 60 juz, lebih banyak 2 kali lipat dari Al Qur’an Nur Karim. Sejumlah kitab suci juga mereka miliki tetapi yang terkenal ialah Mushaf Fathimah 60 Juz sehingga Al Qur’an-nya mereka bukan Al Qur’an Nur Karim yang kita miliki.

KEKAFIRAN SYIAH DAN CELAAN SYIAH ATAS PARA SHAHABAT
Para ulama sepakat Syiah Rafidhah adalah kafir di luar Islam. Mereka dikenal sebagai sekte pencela para shahabat. Di antara para shahabat yang menjadi sasaran celaan dan hinaan Syiah yakni:

  • Abu Bakar Ash Shiddiq rodhiyallohu ‘anhu, dikafirkan.
  • Umar ibn Khaththab rodhiyallohu ‘anhu, dikafirkan.
  • Ummul Mukminin Aisyah rodhiyallohu ‘anha, diyakini sebagai pezina
  • Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, dikafirkan.

Dan banyak shahabat lainnya yang mereka kafirkan kecuali beberapa shahabat saja yang tidak dikafirkan, antara lain:

  • Ali bin Abi Thalib rodhiyallohu ‘anhu
  • Fathimah rodhiyallohu ‘anha.
  • Hasan bin Ali rodhiyallohu ‘anhu
  • Husain bin Ali rodhiyallohu ‘anhu
  • Abu Dzar Al Ghifari rodhiyallohu ‘anhu
  • Salman Al Farisi rodhiyallohu ‘anhu

Padahal para shahabat adalah penyambung Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dengan kaum muslimin dalam menyampaikan sunnah-sunnah, kalau para shahabat dikafirkan berarti memutus mata rantai.

SYAHADAT SYIAH
Lafadz syahadat kaum Syiah: 2 kalimat Syahadat ditambah “Ali Waliyulloh, Hasan dan Husein di Surga, Abu Bakar dan Umar Di Neraka.” Apabila mereka mengucapkan dua Kalimat Syahadat sebagaimana biasa kita ucapkan, yakni Syahadat Laa Ilaaha Ilallloh dan Muhammadur Rosululloh maka itu hanyalah taqiyyah.

RUKUN IMAN DAN RUKUN ISLAM VERSI SYIAH
Dimana mereka mengenal adanya rukun wilayah.

ADZAN VERSI SYIAH
Lafadz adzan yang dikumandangkan oleh Syiah terdapat 2 versi, yakni: Adanya tambahan lafadz “Hayya ‘ala Khoirul Amal” dan ada tambahan setelah mengucapkan “Asyhadu anna Muhammad Rosululloh” yakni kalimat “Asyhadu anna Ali yaa Waliyulloh”. Mereka hanya mengamalkan adzan seperti ini di kelompok mereka saja dan biasanya tanpa mikrofon. Adapun jika adzan mereka sama dengan adzan kaum muslimin, maka itu adalah Taqiyyah.

SHOLATNYA KAUM SYIAH
Sholatnya kaum Syiah tergantung pada masing-masing sekte. Syiah yang paling ekstrem membawa lempengan batu dari Karbala, terutama apabila sholat bukan di masjid mereka. Kemudian tangan mereka di bawah ketika sholat, berbeda dengan sholatnya kaum muslimin yang bersedekap di dada. Mereka tidak pernah mengucapkan “aamin” dan ketika salam juga tidak mengucapkan “assalamualaikum”.

SEJARAH BERDARAH SYIAH SEBAGAI PENGKHIANAT DAN KAUM YANG SADIS
Dalam sejarahnya, Syiah dikenal sebagai pengkhianat bangsa dan sebagai kaum yang sadis. Bukti pengkhianatan yang dilakukan oleh Syiah dan tercatat di dalam sejarah ketika Wazir ibnu Al Qumi menjadi pengkhianat dalam runtuhnya Daulah Abbasiyah dan menjadi pelaku utama yang melakukan kospirasi dengan Hulagu Khan dari Tartar, Membuka pintu bagi kaum Tartar untuk masuk menghancurkan daulah dengan cara yang licik.

Syiah juga dikenal sebagai kaum yang sadis dalam sejarah ketika membunuh kaum muslimin terutama Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Seperti pada tahun 317H tanggal 8 Dzulhijjah, ketika Abu Thohir Al Qirmithi mengaku dirinya seagai Tuhan, bersama pengikutnya memasuki Masjidil Haram dan langsung membantai Kaum Muslimin di depan Ka’bah. Terbunuh sekitar 1700 orang dalam keadaan mereka menggantungkan diri di Ka’bah dan 30.000 orang dibantar di luar Masjidil Haram. Hajar Aswad mereka cabut sampai tidak kembali selama 22 tahun.

APAKAH SYIAH DI INDONESIA TERMASUK RAFIDHAH ATAU BUKAN?
Syiah di Indonesia termasuk Syiah Rafidhah, karena Syiah di zaman ini semuanya Rafidhah. Meski demikian untuk orang-orangnya ada yang sudah terjatuh pada kekafiran dan ada yang belum.

Wallohu A’lam bi showab

Berikut audio rekaman kajian tematik Masjid Agung Cimahi bersama beliau hafizhahulloh dengan tema “Penyimpangan dan Kesesatan Syiah”:

[64 KBPS]
Penyimpangan dan Kesesatan Syiah – Al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawi

[32 KBPS]
Penyimpangan dan Kesesatan Syiah – Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi

[16 KBPS]
Penyimpangan dan Kesesatan Syiah – Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *