Menyelisihi Ahli Kitab dalam Penampilan Fisik

Al Ustadz Abu Hamzah Yusuf hafizhahulloh [1]

Termasuk isi hikmah ialah perintah untuk menyelisihi ahli kitab dalam penampilan fisik, walaupun bagi kebanyakan orang meyakini penampilan fisik tidak akan merusak seseorang. Alasan menyelisi ahli kitab dalam penampilan fisik diantaranya:

1. Meniru penampilan fisik akan dapat mewariskan kecocokan dan kesamaan antara yang meniru dan yang ditiru sehingga pada akhirnya mengikuti akhlak dan perilaku orang yang dititu kecuali ada hal yang menghalanginya. Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rohimahulloh menjelaskan:

Meniru penampilan ahlil bathil terkadang mendorong seseorang meniru mereka dalam keyakinannya bahkan bisa menyeret pada bentuk kekufuran. Oleh karenanya Alloh melarang secara total meniru musuh-musuh-Nya agar tasyabuh (penyerupaan) pada penampilan tidak menyeret kepada tasyabuh keyakinan. Contoh tasyabuh (meniru) pakaian ulama dan pakaian tentara karena kecenderungan pelakunya meniru mereka. Keyakinan batil bisa mendorong terjadinya tasyabuh pada penampilan. Apabila seseorang punya keyakinan seperti orang munafik pasti akan meniru penampilan mereka. Begitu pula bila punya keyakinan seperti keyakinan Yahudi pasti meniru penampilannya. Jika punya keyakinan seperti Haruriyah niscaya akan meniru mereka dalam penampilan. Aqidah batil bisa mempengaruhi penampilan dan penampilan batil akan mengakibatkan meniru dalam keyakinan. 

2. Menyelisihi dalam penampilan akan menumbuhkan sikap menjauh dan memisahkan diri, serta akan dapat melepaskan diri dari sebab-sebab mendapat murka Alloh dan kesesatan. Dapat pula lebih mendekatkan diri kepada orang-orang yang telah mendapat hidayah. Dapat mewujudkan apa yang telah Alloh tunjukkan loyalitas antara tentara-tentara Alloh dan musuh-musuh-Nya. Penampilan lahir (fisik) akan menunjukkan keadaan batinnya. Muslim harus bangga dengan penampilannya. Setiap kali seseorang merasakan kesempurnaan kondisi hatinya dan bertambah pengetahuan Islam yang sesungguhnya, maka keinginan untuk memisahkan diri dari Yahudi dan Nashrani akan lebih kuat. Demikian sikap menjauhi perilaku mereka yang berkembang di tengah-tengah kaum muslimin akan semakin mantap.

3. Meniru penampilan akan menyebabkan campur baur dengan mereka, sehingga tidak ada lagi pembatas antara orang-orang yang diridhai dengan orang-orang yang dimurkai dan sesat. Ini terkait dengan penampilan yang sebenarnya mubah kalau tidak ada unsur tasyabuh dengan orang-orang kafir. Dua hal tentang tasyabuh:

  • Jika ada sesuatu yang menjadi ciri khas orang kafir dan kita meniru sementara kita meyakini tidak tasyabuh, maka masuk dalam tasyabuh terlarang.
  • Melakukan sesuatu yang asalnya mubah tetapi ada niatan mengikuti orang kafir maka masuk tasyabuh terlarang.

Adapun terkait dengan kekufuran mereka dan kita tiru, ini menjadi bagianh dari cabang-cabang kekufuran. Ini adalah perkara dasar yang penting untuk dicermati.

Asy Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rohimahulloh berkata:

“Hal ini terjadi di banyak negeri dan menimpa banyak orang. Tasyabuh dalam penampilan menyebabkan percampuran sempurna sehingga tidak bisa dibedakan mana kafir dan mana muslim kecuali dari identitas yang ada di tangannya. Paling bisa untuk menilai hanya dari identitas atau passport yang ada di tangan. Sekarang banyak terjadi tasyabuh yang bisa menjadi tasyabuh bagi aqidah, akhlak rusak, dsb.” 

____________________________
[1]. Faidah ta’lim beliau di Masjid Agung Cimahi tanggal 24 Januari 2015.

2 thoughts on “Menyelisihi Ahli Kitab dalam Penampilan Fisik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *