Membeberkan Keadaan Ahli Bid’ah Merupakan “Ghibah” di Jalan Alloh

Dari al-A’msy dari Ibrohim, ia berkata: “Tidaklah dianggap Ghibah seseorang yang membeberkan keadaan (keburukan) Ahli Bid’ah.”  [al-Laikai, 1/140 no.276]
al-Hasan al-Bashri berkata:

“Menerangkan keadaan ahli bid’ah dan orang-orang fasiq terang-terangan bukanlah perbuatan ghibah” dan beliau melanjutkan, “Bukanlah perbuatan Ghibah seseorang menceritakan kesalahan (‘aib) ahli bid’ah.”

[al-Laikai no. 279-280]

al-Fudhail bin ‘Iyyadh berkata: “Siapa yang mendatangi ahli bid’ah, maka tidak ada kerahmatan baginya.” [al-Laikai no.282]
Dari Sufyan bin ‘Uyainah, ia berkata: “Syu’bah pernah mengatakan: “Kemarilah!!!Kita akan membuat ghibah di jalan Alloh.” [al-Kifayah: 91 dan Syarah ‘Ilal at-Tirmidzi, 1/349]
Dari Abi Zaid al-Anshari an-Nahwi, ia berkata:

“Syu’bah mendatangi kami pada waktu turun hujan dan berkata: ‘Hari ini tidak ada pelajaran hadits, hari ini adalah hari ghibah, marilah kita membicarakan keburukan-keburukan para pembohong itu’.”

[al-Kifayah: 91]
Dari Makki bin Ibrohim ia berkata:

“Syu’bah mendatangi ‘Imron bin Hudair dan berkata: “Hai ‘Imron, marilah kita ghibah sesaat di jalan Alloh.”Kemudian mereka menyebut-nyebut kesalahan (kejelekan) para perawi hadits.”

[al-Kifayah: 91-92]
Abu Zur’ah ad-Dimasyqi berkata:

“Saya mendengar Abu Mushir ketika ditanya tentang seorang rawi yang keliru dan kacau serta merubah-rubah dalam meriwayatkan hadits, dia berkata: “Terangkan keadaan orang itu!” Maka saya bertanya kepada Abu Zur’ah, “Apakah dengan ini anda tidak melakukan ghibah?” Beliau menjawab, “Tidak”.”

[Syarh ‘Ilal at-Tirmidzi, 1/349]
Abdullah bin al-Imam Ahmad bin Hanbal berkata:

“Abu Turab an-Nakhsyabi datang kepada ayahku, lalu beliau (ak-imam Ahmad) mulai berkata: si fulan dhoif (rawi yang lemah), si fulan tsiqoh (rawi yang terpercaya).”

Lalu Abu Turab berkata:
“Wahai syaikh, janganlah berbuat ghibah terhadap ulama.”

Ayahku segera menoleh ke arahnya dan berkata: “Celaka kamu! ini adalah nasihat, bukan ghibah.”

[al-Kifayah, 92 dan Syarh ‘Ilal at-Tirmidzi, 1/350]
Sumber: Lammu ad-Durri al-Mantsur Min al-Qauli al-Ma’tsur, Abu Abdillah Jamal bin Furaihan al-Haritsi, hal 58-60. Alih bahasa: Abu Utbah Miqdad hafizhahulloh. Dari WA Forum Berbagi Faidah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *