Kiat-Kiat Istiqomah di Atas Sunnah

Al Ustadz Qomar Suaidi LC hafizhahulloh [1]
Berikut kiat-kiat agar kita tetap Istiqomah di Atas Sunnah:
  1. Senantiasa mengtikuti tuntunan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam [2]
  2. Berteman dengan teman-teman yang baik, orang-orang sholih dari Ahlussunnah yang mengikuti jejak salafus sholih [3]
  3. Ikhlas [4]
  4. Memperbaiki hal-hal yang ada di dalam diri kita [5]
  5. Senantiasa menerima nasihat dan bimbingan [6]
  6. Tinggalkan kesombongan [7]
  7. Mengikuti bimbingan ulama-ulama besar [8]
  8. Mengetahui ilmu yang baik dan ilmu yang buruk [9]
  9. Banyak berdoa kepada Alloh dan istighfar untuk menambal kekurangan yang ada pada diri kita.
  10. Jika terjatuh pada kejelekan ikutilah dengan berbuat kebaikan
  11. Menjaga lisan.

____________________
[1]. Diambil dari muhadharah beliau pada tanggal 6 Desember 2014 di Masjid Agung Cimahi dengan judul Istiqomah di Atas Sunnah. Rekamannya bisa didownload di sini:

[2]. Mengikuti tuntunan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam aqidah, akhlaq, ibadah, dll. Ini merupakan salah satu syarat diterimanya amalan sekaligus pondasi agama. Mengikuti tuntunan Rosululloh merupakan bukti kecintaan kepada Alloh Azza Wa Jalla. Bahkan Alloh Azza Wa Jalla memberi ancaman kepada mereka yang tidak mengikuti tuntunan Rosululloh yakni akan tertimpa Fitnah.
[3]. Pergaulan yang baik akan berbuah baik. Pergaulan yang buruk akan berbuah buruk. Pergaulan dengan orang-orang yang istiqomah akan membantu kita untuk istiqomah. Pergaulan dengan orang-orang yang menyimpang akan mengantarkan kita pada penyimpangan. Permisalan teman duduk sholih dengan teman duduk jelek seperti pembawa minyak wangi dan pembawa pandai besi. Pembawa minyak wangi tidak lepas dari membeli minyak wangi, mendapati aroma wangi, atau menerima hadiah minyak wangi itu. Pembawa pandai besi tidak terlepas dari terbakarnya tubuh atau terbakarnya pakaian karena percikan api, atau mendapati bau yang tidak enak. Seseorang berada di atas agama temannya maka lihatlah dengan siapa kita berteman.
[4]. Seutama-utama jihad adalah menyelisihi hawa nafsu (Hasan Al Basri)
[5]. Jadilah orang-orang yang jujur dalam ucapan dan perbuatan. Kapanpun dan dimanapun kita sama. Sesungguhnya ada orang yang beramal dengan amalan ahlul jannah hingga jaraknya dengan jannah tinggal sehasta. Kemudian dia beramal dengan amalan ahlul Naar sehingga akhirnya dia masuk ke dalam neraka. Maknanya disini adalah dia beramal dengan amalan ahlul Jannah hanya pada amalan yang terlihat manusia. Jadi itu perbuatan yang nampak pada manusia. Hakikatnya banyak yang tersembunyi sehingga ditutup dengan kejelekan. Amalan sebelumnya mempengaruhi akhir sehingga amalan di akhir merupakan warisan dari amalan-amalan sebelumnya.
[6]. Kehancuran kaum-kaum sebelum Islam karena tidak mau menerima nasihat dan bimbingan.
[7]. Kesombongan menjadi sebab tertolaknya iblis. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.
[8]. Sebab dicabutnya berkah adalah tidak mengikuti bimbingan ulama-ulama besar.
[9]. Ketahuilah fitnah supaya kami bisa menjauhinya. Mengetahui hal-hal jelek sebagai penyempurna ilmu. Jadi mengetahui amalan kebaikan dan amalan kejelekan secara rinci.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *