Keutamaan Nabi Ibrahim Alaihis Salam

Al Ustadz Abu Yahya Mu’adz hafizhahulloh [1].

Pembahasan ini merupakan bagian dari tema kajian Kitab Tauhid, “Balasan Orang yang Menerapkan Tauhid akan Masuk Surga Tanpa Hisab“, dimana pada bagian awal dari bab dijelaskan tentang keutamaan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.

Alloh Azza Wa Jalla berfirman:

إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةًۭ قَانِتًۭا لِّلَّهِ حَنِيفًۭا وَلَمْ يَكُ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

“Sesungguhnya Ibrohim adalah seorang ummah (panutan dan imam yang mengajarkan kebaikan), qoni (yang senantiasa taat) kepada Alloh, dan hanif (yang menghadap Alloh dan berpaling dari selainNya). Dan sekali-kali dia bukanlah termasuk orang-orang musyrik.” (QS. An Nahl: 120)

وَٱلَّذِينَ هُم بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ

“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan (sesuatu apapun) dengan Robb mereka.” (QS. Al Mu’minun: 59)

Makna ayat ke-120 dari Surat An-Nahl ialah Alloh mensifatkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan 4 sifat, antara lain:

1. Nabi Ibrahim adalah teladan dalam kebaikan.
2. Nabi Ibrahim adalah orang yang khusyu’ (tunduk), selalu taat dan senantiasa beribadah kepada Alloh Azza Wa Jalla.
3. Nabi Ibrahim berpaling dari kesyirikan, lantas menghadap kepada Alloh semata. 4. Jauhnya beliau ‘alaihis salam dari kesyirikan dan beliau pun menjauh dari para pelaku kesyirikan.

Hubungan Surat An-Nahl: 120 dengan bab Balasan Orang yang Menerapkan Tauhid akan Masuk Surga Tanpa Hisab yakni Alloh Azza Wa Jalla mensifati Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dengan 4 sifat yang merupakan puncak dalam menerapkan Tauhid dan Alloh Azza Wa Jalla perintahkan kita untuk meneladani beliau ‘alaihis salam.

Sedangkan hubungan bab tersebut dengan ayat yang kedua (Surat Al Mu’minun: 59), Alloh mensifatkan kaum mukninin yang masuk surga dengan sifat-sifat paling agung, yakni tidak mempersekutukan Alloh dengan sesuatu apapun. Barangsiapa yang ada dalam kondisi ini masuk surga tanpa hisab.

Faidah yang bisa kita ambil dari kedua ayat ini:

1. Keutamaan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.
2. Meneladani beliau dalam sifat-sifat yang agung ini.
3. Penjelasan tentang sifat-sifat mulia yang dengannya sempurna penerapan tauhid dengan sebenarnya.
4. Wajib menjauhi kesyitrikan dan orang-orang musyrik, serta berlepas diri dari mereka.
5. Sifat kaum mukminin adalah menerapkan tauhid dengan sebenarnya.

____________________________
[1]. Faidah tertulis dari majelis beliau pada tanggal 14 Maret 2015 di Masjid Agung Cimahi. Pembahasan Kitab Tauhid dengan tema “Balasan Orang yang Menerapkan Tauhid akan Masuk Surga Tanpa Hisab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *