Keutamaan Berwudhu dan Amalan-Amalan Penghapus Dosa

Al Ustadz Abu Yasir Wildan hafizhahulloh

Berikut audio rekaman kajian beliau hafizhahulloh pembahasan kitab Riyadhus Sholihin bab Banyaknya Jalan-Jalan Kebaikan pada hari Sabtu, 30 Shofar 1436H – 12 Desember 2015M di Masjid Agung Cimahi, Jalan Amir Machmud samping alun-alun Kota Cimahi, dengan tema “Keutamaan Berwudhu dan Amalan-Amalan Penghapus Dosa”:

[32 KBPS]
Keutamaan Berwudhu dan Amalan-Amalan Penghapus Dosa
Al Ustadz Abu Yasir Wildan

[16 KBPS]
Keutamaan Berwudhu dan Amalan-Amalan Penghapus Dosa
Al Ustadz Abu Yasir Wildan

Dari Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, ia berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika seorang hamba yang muslim atau mukmin itu berwudhu, maka ketika ia membasuh muka berjatuhanlah dari wajaihnya setiap dosa hasil pandangan kedua matanya bersamaan dengan air wudhu itu (atau bersamaan dengan tetesan terakhirnya). Ketika ia membasuh kedua tangan berjatuhanlah darinya setiap dosa hasil perbuatan tangannya bersamaan dengan air wudhu itu (atau bersamaan dengan tetesan terakhirnya). Ketika ia membasuh kedua kaki berjatuhanlah darinya setiap dosa hasil langkah kedua kakinya bersamaan dengan air wudhu itu (atau bersamaan dengan tetesan terakhirnya) sehingga ia bersih dari dosa-dosa.”(HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“(waktu antara) sholat lima waktu, antara sholat Jum’at yang satu ke sholat Jum’at berikutnya, dan puasa Ramadhan ke puasa Ramadhan berikutnya menjadi penebus dosa-dosa yang dilakukan di antara keduanya, selama dosa-dosa besar dijauhi.”(HR.Muslim)

Dari Abu Hurairah rodhiyallohu ‘anhu, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang dapat menghapus dosa-dosa dan dapat mengangkat ke derajat yang tinggi (dalam surga)?” Para shahabat menjawab, “Tentu saja wahai Rosululloh.” Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menyempurnakan wudhu pada anggota-anggota wudhu yang seseorang tidak menyukai untuk menyempurnakan wudhunya, memperbanyak langkah-langkah menuju masjid, dan menunggu waktu sholat berikutnya setelah selesai sholat, yang demikian itu seperti pahala melaksanakan ribath.”(HR.Muslim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *