Hukum Sholat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam

Al Ustadz Abdul Wadud At-Tamimi hafizhahulloh

Ulama berbeda pendapat tentang hukum sholat tarawih 4 rakaat sekali salam. Pendapat pertama menyebutkan tidak sah, sebagaimana pendapat al-Imam Asy-Syafi’i rohimahulloh, demikian pula dengan Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahulloh. Pendapat kedua menyebutkan (hukum sholat tarawih 4 rakaat sekali salam) sah dan dibolehkan . Demikian pendapat Imam An-Nawawi dan juga Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rohimahullohu ta’ala. Dalil pendapat kedua karena cara tersebut dilakukan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Berikut penukilan tata cara sholat tarawih Syaikh Al-Albani rohimahulloh:

Jumlah rakaat sholat tarawih, Al Imam Al Albani rohimahulloh menjelaskan beberapa cara melaksanakan sholat malam dan witir dalam kitab beliau “sholat tarawih”:

Cara pertama: Sholat 13 rakaat, dibuka dengan 2 rakaat ringan

Tata caranya:

[1]. 2 rakaan ringan,
[2]. 2 rakaat panjang,
[3]. 2 rakaat lebih pendek dari sebelumnya,
[4]. 2 rakaat lebih pendek dari sebelumnya,
[5]. 2 rakaat lebih pendek dari sebelumnya,
[6]. 2 rakaat lebih pendek dari sebelumnya,
[7]. 1 rakaat witir.

Dalil cara pertama yakni hadits Zaid bin KHolid al-Juhany, dalam shohih muslim (766-195), dan selainnya. Hadits Ibnu Abbas, dalam shohih Muslim ((763)-182), dan selainnya. Hadits Aisyah, dalam shohih muslim ((767)-197) dan selainnya.

Cara kedua: sholat 13 rakaat,

dengan rincian:

[1]. 8 rakaat (setiap 2 rakaat salam) dan
[2]. 5 rakaat witir dengan sekali salam (tanpa duduk tasyahhud).

Dalil cara kedua yakni Hadits Aisyah dalam shohih muslim ((737)-123) dan selainnya. Hadits Aisyah dalam shohih Muslim ((738)-123) dan selainnya.

Cara ketiga: Sholat 11 rakaat

Setiap 2 rakaat salam. Ditutup dengan 1 rakaat sholat Witir
10 rakaat (setiap 2 rakaat salam) dan 1 rakaat sholat witir.

Dalil Cara Ketiga: Hadits Aisyah , dlm Shohih Muslim ((736)-122)

Cara Keempat: Sholat 11 rakaat. Dengan rincian:

[1]. 4 rakaat ( 1 salam),
[2]. 4 rakaat ( 1 salam),
[3]. 3 rakaat witir

Dalil Cara Keempat: 1- Hadit Aisyah , dlm Shohih al-Bukhori (1147) dan Shohih Muslim ((738)-125)

Catatan (dari Syekh al-Albani) :
– Dhohir hadits tersebut menunjukkan tidak ada salam antara dua rokaat.
– Namun di sana ada hadits yang menafikan dhohir tadi, kata beliau.
(Spt hadits yang artinya: “Sholat malam itu dua-dua (rokaat)”… wallahu a’lam; -pent)

Cara Kelima: Sholat 11 rakaat

9 rakaat; rinciannya;

[1]. 8 rakaat tanpa duduk kecuali pada rakaat kedelapan (berdzikir, bersholawat, & berdoa) kemudian bangkit berdiri (tanpa salam), utk sholat witir.
[2]. 1 rakaat sholat witir dan salam.
[3]. Terakhir sholat lagi 2 rokaat dalam keadaan duduk, setelah salam dari sholat witir.

Dalil Cara Kelima: 1- Hadits Aisyah , dlm Shohih Muslim ((746)-139), dan selainnya.

Cara Keenam: Sholat 9 rokaat, dengan rincian:

7 rakaat, rinciannya:

[a]. 6 rakaat tanpa duduk kecuali pada rokaat keenam (bertastahhud & bersholawat) kemudian bangkit berdiri (tanpa salam), utk sholat witir.
[b].  rakaat sholat witir dan salam.
[c]. Terakhir sholat lagi 2 rakaat dalam keadaan duduk, setelah salam dari sholat witir.

Dalil Cara Keenam:
1- Hadits Aisyah , dlm Shohih Muslim ((746)-139), dan selainnya.
(Dalam hadits yang sama dengan cara kelima).

Itu tadi cara-cara sholat malam dan witir Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, yang disebutkan dalam kitab-kitab hadits.

Penambahan cara masih bisa memungkinkan , dengan cara mengurangi jumlah rakaat, hingga satu rokaat.

Berdasarkan sabda Rasulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- (artinya):
“- Barangsiapa berkehendak, sholat witirlah dengan lima rokaat,
– Barangsiapa berkehendak, sholat witirlah dengan tiga rokaat,
– Barangsiapa berkehendak, sholat witirlah dengan satu rokaat,…”

(HR. Abu Dawud (1422), ibnu Majah (1190), An-Nasa’i (1710), dari sahabat Abu Ayyub al-Anshori; -ed)

Selengkapnya lihat kitab “Sholatut-Taroweh” (hal.99 – 107) , karya: asy-Syekh al-Albani -rohimahullahu ta’ala-.

 قال صاحب عون المعبود (4/153) عند ما يشرح حديث عائشة رضي الله عنها:
(يُصَلِّي أَرْبَعًا) أَيْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ
؛
وَأَمَّا مَا سَبَقَ مِنْ أَنَّهُ كَانَ يُصَلِّي مَثْنَى مَثْنَى ثُمَّ وَاحِدَةً فَمَحْمُولٌ عَلَى وَقْتٍ آخَرَ فَالْأَمْرَانِ جَائِزَانِ. اهـ

Berkata penulis kitab aunul ma’bud tentang hadits aisyah;

(Rasulullah sholat tarawih empat rakaat) maksudnya 4 rakaat (sekali salam). Adapun riwayat yang menyebutkan bahwa beliau sholat tarawih dua rakaat dua rakaat dengan witir satu rakaat, maka itu merupakan cara lain yang dikerjakan beliau. Maka kedua cara tersebut (sholat 4 rakaat sekali salam maupun setiap dua rakaat salam) boleh dilakukan.

SELESAI. Semoga bermanfaat.

Dari WhatsApp Fadhlul Islam Bandung (FIB)

2 thoughts on “Hukum Sholat Tarawih 4 Rakaat Sekali Salam”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *