Hukum Mendidik Anak dengan Dongeng

Al Ustadz Abu Faruq Ayip Syafrudin hafizhahulloh [1]

Pertanyaan 1: 

Apakah dibenarkan mendidik anak dengan dongeng?

Jawab: 

Jangan membiasakan memberi contoh dalam mendidik anak dengan sesuatu yang fiktif. Mendidik anak dengan dongen saat ini banyak dijumpai di dalam buku-buku pelajaran. Bahkan bukan sekedar dongeng, tapi lebih dari itu sudah mengarah pada kesyirikan.

Contoh dari dongeng tersebut antaralain sejarah pekalongan dengan dongeng seorang petapa yang berdiri layaknya kalong (kelelawar), kisah roro jongrang, kisah Bandung Bondowoso membangun 1000 candi dalam semalam. Dongeng-dongeng seperti ini harus dijauhi.

Dekatkan anak-anak kita pada kisah para Nabi dan shahabat, tabi’in, dan para ulama karena kisah fiktif (dongeng) sudah mendidik anak dengan kebohongan.

Pertanyaan 2:

Apa hukumnya menjual buku-buku dongeng dalam rangka membantu pendidikan anak?

Jawab:

Cerita-cerita khurofat seperti dongeng bukan membantu pelajaran, sebaliknya malah merusak anak.

Pertanyaan 3:

Bagaimanakan batasan permainan game yang diperbolehkan?

Jawab:

Kalau sudah melalaikan maka tinggalkan, karena game seperti ini bisa membuat anak-anak menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Bahkan banyak game yang mengarah pada perjudian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *