Hukum-Hukum Seputar Zakat Fitrah

Al Ustadz Abu Muhammad Rosyid Hamdani hafizhahulloh

Berikut audio kajian beliau hafizhahulloh pada hari Sabtu, 22 Ramadhan 1438H – 17 Juni 2017M di Masjid Agung Cimahi dengan tema “Hukum-Hukum Seputar Zakat Fitrah”:

[24 KBPS]
Hukum-Hukum Seputar Zakat Fitrah – Al Ustadz Abu Muhammad Rosyid Hamdani

[16 KBPS] 
Hukum-Hukum Seputar Zakat Fitrah – Al Ustadz Abu Muhammad Rosyid Hamdani

[8 KBPS]
Hukum-Hukum Seputar Zakat Fitrah – Al Ustadz Abu Muhammad Rosyid Hamdani

Ringkasan Faidah dan Pembahasan

A. Diantara hikmah disyariatkannya Zakat Fitrah:

  1. Zakat fitrah mensucikan jiwa orang-orang yang berpuasa dan mensucikan dari dosa-dosa yang muncul darinya
  2. Memberi makan kepada orang miskin
  3. Bentuk syukur kepada Alloh atas disempurnakannya puasa seseorang
  4. Bentuk syukur kepada Alloh yang telah diberi kesempurnaan dan Istiqomah dalam mengerjakan Qiyamulail
  5. Syukur atas nikmat kekuatan dalam mengerjakan amalan-amalan sholih

B. Zakat fitrah wajib bagi semua muslim secara umum dan jenis yang dikeluarkan ialah makanan pokok suatu negeri. Ukurannya 1 sha dari makanan.

C. Kapan dikenakan zakat fitrah?

  1. Saat terbenam matahari di malam ied
  2. Tidak terkena kewajiban zakat atas seseorang yang meninggal dunia sebelum matahari terbenam di malam ied, meskipun jaraknya 1 menit. Seseorang dilahirkan setelah terbenamnya matahari meski jaraknya 1 menit dan hanya dihukumi shodaqoh biasa sebagaimana dicontohkan Shahabat Utsman bin Affan rodhiyallohu ‘anhu.
  3. Apabila seseorang lahir setelah terbit matahari maka wajib atasnya dikeluarkan zakat.

D. Waktu mengeluarkan zakat fitrah:

  1. Sebelum sholat ied dan afdhalnya sejak terbenam matahari di malam ied atau boleh 1-2 hari sebeum ied.
  2. Jika waktunya terlewat maka tetap wajib dikeluarkan dan sifatnya qodho’
  3. Berdosa apabila mengakhirkan zakat bahkan lebih utama mengakhirkan sholat ied agar ada keleluasaan dalam pembagian zakat

E. Zakat Fitrah dikeluarkan untuk dirinya dan orang-orang yang jadi tanggungannya, dan dianjurkan bagi yang masih dalam keadaan janin. Boleh seorang anak yang menjadi tanggungan orang tuanya mengeluarkan zakat sendiri meski tanpa izin orang tuanya. Dibolehkan juga membayarkan zakat fitrah atas seseorang yang bukan tanggungannya selama masih diizinkan.

F. Kegunaan Zakat Fitrah untuk menutupi kebutuhan Fakir Miskin di hari ied dari makanan pokok negeri setempat. Mengeluarkan sejumlah nilai (uang) sebagai ganti zakat fitrah adalah menyelisihi sunnah. Zakat fitrah dikeluarkan sesuai jenis dan waktu yang telah ditentukan.

G. Zakat Fitrah harus sampai kepada mustahiq pada waktu yang telah ditentukan atau kepada perwakilan para mustahiq tersebut. Siapa sajakah golongan mustahiq (yang menerima zakat) tersebut?¬†Alloh Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Alloh dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Alloh; dan Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At Taubah: 60)

Wallohu A’lam bi showab

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *