Fenomena Pendidikan Agama pada Anak-Anak Muslim Saat Ini

Al Ustadz Ayip Syafrudin hafizhahulloh [1]

Sistem pendidikan tidak berkah apabila mendidik seseorang untuk berbuat kerusakan di muka bumi. Sifat orang tua yang tidak ada ketegasan untuk membimbing anaknya sehingga terfokuskan pada hal-hal bersifat syahwat dan meninggalkan pendidikan agama. Orang tua menganggap arah pendidikan anaknya sebagai sesuatu yang sudah benar.

Kerusakan anak-anak lebih banyak disebabkan oleh bapak mereka karena menyepelekan pendidikan agama yang wajib pada anak-anaknya terutama terkait sunnah Rosul shollallohu ‘alaihi wa sallam. Karenanya penting untuk mendekatkan anak-anak pada nilai-nilai agama dengan cara yang benar.

Salah satu contoh ialah perintah untuk menunaikan sholat saat usia mereka 7 tahun dan memberi sanksi [2] pada mereka ketika usia 10 tahun jika masih tidak mau menunaikan sholat, serta dipisahkan tempat tidur mereka. Jadi pendidikan sholatnya apakah sudah ditaati waktu-waktunya atau belum.

Ajakan untuk pendidikan agama tidak dilakukan dengan cara memperkenalkan anak-anak kepada orang-orang sholih atau lembaga-lembaga pendidikan agama seperti pondok pesantren. Melainkan lebih  kepada pendidikan yang lagi-lagi arahnya dunia. Kaum muslimin masih melihat sebelah mata pondok pesantren yang mengajarkan al-haq dan nilai-nilai salaf. Pondok-pondok pesantren tersebut dianggap tidak prospek (tidak punya masa depan/masa depan suram) karena sudah lebih condong ke dunia.

Pendidikan yang ada sekarang lebih mengarah pragmatis dan materialis, yakni memasuki dunia pendidikan yang output (muaranya) kerja kemudian mendapat gaji (uang). Tidak lagi memperhatikan akhlak, kejujuran, dan agama. Banyak diajarkan pada mereka ajaran-ajaran menyimpang dari jalan Salafus Sholih seperti ajaran mu’tazilah, sufi, dan sejenisnya.

Jika ingin anak-anak kita menjadi sholih maka kembalikan kepada lembaga pendidikan yang mendukung kepada misi tersebut. Bukan diarahkan kepada lembaga pendidikan yang berorientasi dunia.

_________________________
[1] Resume daurah beliau di Masjid Agung Cimahi 28 Januari 2015 sebagai bagian dari tema “Pendidikan Salaf di Era Globalisasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *