Dakwah Kepada Tauhid (Syahadat Laa Ilaaha Illalloh)

Al Ustadz Abu Yahya Mu’adz hafizhahulloh

Berikut adalah rekaman kajian Kitab Tauhid pada hari Sabtu tanggal 8 Agustus 2015 di Masjid Agung Kota Cimahi dengan tema “Dakwah Kepada Tauhid (Syahadat Laa Ilaaha Illalloh)” bersama Al Ustadz Abu Yahya Mu’adz hafizhahulloh

[32 Kbps]
Dakwah Kepada Tauhid (Syahadat Laa Ilaaha Illalloh) – Al Ustadz Abu Yahya Muadz

[16 Kbps]
Dakwah kepada Tauhid (Syahadat Laa Ilaaha Illalloh) – Al Ustadz Abu Yahya Muadz

[8 Kbps]
Dakwah Kepada Tauhid (Syahadat Laa Ilaaha Illalloh) – Al Ustadz Abu Yahya Muadz

Dakwah kepada Tauhid (syahadat Laa Ilaaha Illalloh) diambil dari Kitab At-Tauhid karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimi rohimahulloh pada bab ke-5, adapun untuk penjelasannya diambil dari Kitab “Mulakhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid” karya Asy-Syaikh Sholih al-Fauzan hafizhahullohu ta’ala.

Yang dimaksud Dakwah kepada Tauhid (Syahadat Laa Ilaaha Illalloh) ialah mendakwahkan tauhid, agar ibadah hanya kepada Alloh saja dan meninggalkan segala bentuk ibadah kepada selain Alloh Ta’ala. Tentunya dakwah dengan cara hikmah sebagaimana telah dicontohkan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Pembahasan pada pertemuan 8 Agustus 2015 antaralain:

1. Firman Alloh Ta’ala Surat Yusuf ayat ke-108 dan faidah-faidah yang bisa diambil dari ayat tersebut.

2. Hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam riwayat Ibnu Abbas rodhiyallohu ‘anhu. Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam mengutus Mu’adz bin Jabal rodhiyallohu ‘anhu ke Yaman, lalu bersabda:

“Sesungguhnya engkau akan mendatangi suatu kaum dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani). Maka hendaklah yang pertama kali engkau dakwahkan kepada mereka ialah syahadat Laa Ilaaha Illalloh (Tiada sesembahan yang haq selain Alloh) —dalam riwayat lain agar mereka mentauhidkan Alloh Ta’ala—. Kalau mereka telah menaatimu dalam perkara tersebut maka beritahukanlah kepada mereka bahwasannya Alloh telah mewajibkan mereka untuk menegakkan¬† sholat lima waktu dalam sehari semalam. Kalau mereka telah menaatimu dalam perkara ini maka beritahukanlah kepada mereka bahwasannya Alloh telah mewajibkan mereka untuk menunaikan zakat yang diambil dari orang-orang kaya mereka lantas diserahkan kepada orang-orang fakir mereka. Kalau mereka menaatimu dalam perkara ini maka janganlah sekali-kali engkau mengambil barang berharga mereka, dan takutlah terhadap do’a orang yang terzhalimi sebab tidak ada hijab antara do’a tersebut dengan Alloh (yakni do’a tersebut dikabulkan”

dan faidah-faidah yang bisa diambil dari hadits tersebut.

2 thoughts on “Dakwah Kepada Tauhid (Syahadat Laa Ilaaha Illalloh)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *