Bom Bunuh Diri Dalam Pandangan Islam

Al Ustadz Muhammad Afifuddin As-Sidawi hafizhahulloh

Di antara jiwa-jiwa terjaga yang haram untuk dibunuh: [1]. Seorang Muslim, walaupun ia fajir. [2]. Kafir Dzimmi, yakni orang kafir tinggal bersama Muslim di negeri Muslim. [3]. Kafir Mu’ahhad, yakni orang kafir memiliki perjanjian dengan kaum muslimin. [4]. Kafir Musta’man, yakni orang kafir mendapatkan jaminan dari pemerintah kaum muslimin.

Faidah ringkas dari muhadharah beliau hafizhahulloh pada hari Ahad, 6 Syawwal 1437H – 24 Juli 2016M di Masjid Al Ukhuwah Jalan Wastukencana Kota Bandung dengan tema “Bom Bunuh Diri dalam Pandangan Islam.” Di antara faidah yang bisa kita ambil:

bom-bunuh-diri-dalam-pandangan-islam(web2)

A. SEJARAH BOM BUNUH DIRI

Bom Bunuh Diri adalah aksi-aksi bunuh diri dengan berbagai macam cara dimana sebagiam mengatakan ini adalah bom syahid. Bom Bunuh Diri pertama kali dilakukan bukan dari kalangan kaum muslimin, tetapi dilakukan oleh orang kafir jauh sebelum Perang Dunia ke-2. Aksi bom bunuh diri juga dilakukan oleh tentara Jepang pada Perang Dunia ke-2 yang dikenal dengan istilah Kamikaze, sehingga dilihat dari sejarahnya, bom bunuh diri dilakukan oleh orang-orang kafir dalam peperangan politik, yang kaitannya dengan politik, bukan agama.

Sedangkan dalam peperangan di kalangan kaum Muslimin, bom bunuh diri pertama kali dilakukan oleh pasukan Iran dalam Perang Teluk ke-1 tahun 1980-an antara Iraq melawan Iran, meledakkan diri di tengah-tengah pasukan Iraq. Kemudian berlanjut di tentara Hizbullah yang berpaham Syi’ah, dan dalam perkembangannya bom bunuh diri dipopulerkan oleh kaum Khawarij. Jadi bom bunuh diri pelakunya adalah sekte-sekte sesat.

B. BOM BUNUH DIRI DALAM PANDANGAN ISLAM

Bom bunuh diri masuk ke dalam katagori aksi bunuh diri, sedangkan bunuh diri dalam Islam itu dilarang. Alloh Ta’ala berfirman:

وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al Baqarah: 195)

Di antara jiwa terjaga yang tidak boleh atau haram untuk dibunuh:

[1]. Seorang Muslim, walaupun fajir.
[2]. Kafir Dzimmi, yakni kafir yang tinggal bersama muslim di negeri kaum muslimin.
[3]. Kafir Mu’ahhad, yakni orang kafir memiliki perjanjian dengan kaum muslimin.
[4]. Kafir Musta’man, yakni orang kafir mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah kaum muslimin.

Pelaku bom bunuh diri mengambil dalil shahabat menyerbu musuh seorang diri dan dijadikan sebagai hujjah, padahal kejadian shahabat sendirian menyerbu musuh itu dalam kondisi Jihad Fii Sabilillah dan mengandung kemaslahatan besar.

Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani menyebut diperbolehkan melakukan aksi terkait dengan amalan-amalan jihad sesuai dengan hukum-hukum syari’at, diantaranya harus dibawah bendera penguasa, yang diperangi Kafir Harbi, dan sasarannya yang bisa memberikan kemaslahatan bagi kaum muslimin seperti Gudang Senjata. Kemudian dengan taktik perang jitu, membawa kemaslahatan bagi kaum muslimin dan melemahkan atau bahkan menghancurkan kaum kuffar.

Dilarang maju seorang diri tanpa instruksi, lantas meledakkan diri hingga menewaskan dirinta dan beberapa musuh, dimana ini sama sekali tidak memberikan efek kepada musuh. Bom bunuh diri saat ini bukanlah termasuk jihad dan tidak memberikan efek jera bahkan malah memudharatkan kaum muslimin.

AUDIO REKAMAN

Bagi yang ingin mendengarkan audio rekaman seutuhnya, silakan download melalui link berikut ini, tersedia dalam ukuran 16 KBPS, 32 KBPS dan 48 KBPS:

[16 KBPS]
Bom Bunuh Diri dalam Pandangan Islam – Al Ustadz Muhammad Afifuddin As SIdawi

[32 KBPS]
Bom Bunuh Diri dalam Pandangan Islam – Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi

[48 KBPS]
Bom Bunuh Diri dalam Pandangan Islam – Al Ustadz Muhammad Afifuddin As Sidawi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *