Bagaimana Mengambil Ilmu dari para Ulama?

Al Ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafizhahulloh 

islam-di-nusantara(WA-web)Berikut audio rekaman muhadharah dengan tema “Bagaimana Mengambil Ilmu dari Para Ulama?” di Aula DKM Kompleks Masjid Agung Cimahi pada hari Sabtu tanggal 5 September 2015. Tersedia edisi 16 dan 8 Kbps:

[edisi 16 Kbps]
Bagaimana Mengambil Ilmu dari Para Ulama – Al Ustadz Muhammad Umar As-Sewed

[edisi 8 Kbps]
Bagaimana Mengambil Ilmu dari Para Ulama – Al Ustadz Muhammad Umar As-Sewed 

Ringkasan pokok bahasan muhadharah sebagai berikut:

A. Ikhlas dalam mengambil ilmu. 

Yahudi dan Nashrani tidak semuanya ikhlas. Diantara mereka ada pengikut hawa nafsu, fanatik, taqlid, sehingga sering terjadi perpecahan. Perkara yang jelas bagi orang ikhlas (mukhlishin) sudah cukup.

B. Hendaklah mencari dalil yang jelas dari Al Qur’an dan Sunnah melalui lisan para ulama ketika mencari ilmu.

C.  Mengambil ilmu dari para ulama

Ulama yang diambil ilmunya ialah yang ahli di dalam bidangnya, menghiasi dirinya dengan ilmu dimana ilmu tersebut diamalkan dan tidak pernah terlihat padanya penyimpangan dalam perjalanan hidupnya dan pemikirannya.

D. Sifat-sifat ulama

1. Berpegang kepada Al Qur’an dan Sunnah.
2. Mengaitkan tafsir Al Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman salaf.
3. Mengamalkan ketaatan dan jauh dari kemaksiatan.
4. Jauh dari bid’ah, kesesatan, dan kebodohan, serta memperingatkan orang lain dari semua hal itu.
5. Mengembalikan yang mutasyabih kepada muhkam.
6. Khusyu’ fii amrillah.
7. Ahli dalam penetapan hukum dan amanah.

E. Bagaimana mengambil ilmu dari para ulama 

1. Ittiba’ bukan taqlid. Ittiba’ membawa hujjah dan dalil (mengikuti ilmu)
2. Ta’allum bukan ta’ashub. Mencari ilmu beda dengan ta’ashub.
3. Mengikuti ilmu dengan meminta fatwa lebih dulu baru beramal, bukan beramal dulu baru mencari fatwa.

Allohu musta’an.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *