Ada Apa Dengan Facebook ?

Abu Dawud al-Pasimy dan al-ustadz Muhammad Umar As-Sewed hafizhahullohu ta’ala [1]

using-facebook-you-suxBukan masalah remeh. Justru ini bisa menjadi sebab kemunduran moral dan akhlak saudara-saudara kita kaum muslimin secara umum, salafiyyin dan khususnya remaja mereka. Mengapa kita sering mempermasalahkan facebook[1], padahal media sosial yang sejenis itu mestinya juga kena? Bahkan kata pepatah, “Jangankan pedang, rantingpun bisa membunuh.” Jangankan facebook, sms lewat hp ‘jadul’pun bisa menjadi sebab maksiat. Lalu mengapa hanya facebook yang didiskreditkan?

Pasalnya karena facebook itu jauh lebih menyenangkan bagi mereka. Cakupannya lebih luas. Lebih muda mencari teman, baik teman lama ataupun yang akan dijadikan pasangan. Plus fasilitas-fasilitasnya yang komplit, menarik dan mudah. Padahal hingga detik ini facebook merupakan medsos rangking pertama yang menjadi faktor pemicu kemaksiatan dan kejahatan, dibanding media-media sosial lainnya.

Urutan keduanya adalah Twitter. Korbannya juga berjubel. Maka kiaskanlah media ini dengan facebook. Bukan maksud hati ingin menakut-nakuti, tapi facebook memang medsos yang harus diwaspadai. Jangan sampai pengalaman pahit para korban tertimpa pula kepada anda dan kami. Berikut ini beberapa poin yang mewakili dampak negatif facebook:

1. Sarana Mudah Mengundang Syahwat. 
Ketika pemilik akun masuk ke lembar utama facebook, maka suguhan pertama kali adalah daftar menu kenalan yang menampilkan segala macam foto profil, dari foto selebriti hingga gambar sapi. Belum lagi paparan iklan yang menawarkan ajakan-ajakan negatif lainnya. والعياذ بالله

2. Mudah Mendapatkan Aroma Pornografi. 
Tak jarang pada tampilan daftar kenalan tersebut terdapat foto-foto centil, porno dikit, agak-agak porno, semi porno, sampai telanjang kotak. Tentu pemilik akun mulai panas-dingin. lisannya menyebut “Astaghfirulloh” tapi matanya ‘konslet’ hingga tak bisa lagi berkedip. Alloh Azza Wa Jalla berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS. An Nur: 30)

3. Interaksi Tanpa Batas.
Yang penting asal jago berselancar mencari teman (baca: mangsa), semua pengguna facebook bisa dikuntit. Maka sudah biasa bagi para ‘nasabah’ facebook yang Nakal saling berkunjung dari satu pengguna ke pengguna lainnya. Dari ‘kandang bebek’ berpindah ke ‘kandang ayam’. Saling goda menggoda antara pria dan wanita. Bagi mereka itu biasa.

4. Melalaikan Tugas.
Jangankan pekerjaan eksternal, mandipun sering lupa. Karena konsntrasinya hanya kepada teman-teman di dalam facebooknya. Maklum, demi menjaga hubungan pertemanan, jadi semua chatingan harus dilayani. Sampai menyangkut hal-hal remeh sekecil apapun. Waktunya habis hanya untuk menulis perkara-perkara yang tak berguna. Sehingga kesempatan untuk merampungkan aktifitas lainnya pupus begitu saja. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﺍِﺣْﺮِﺹْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻚَ , ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎَﻟﻠَّﻪِ , ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻌْﺠَﺰْ

“Bersemangatlah untuk menggapai apa-apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Alloh dan jangan merasa lemah” (Hadits dari Abu Hurairah, riwayat Muslim)

5. Autistik [2]
Bukan dalam artian sebenarnya, tapi sebagian perilaku mereka sama. Tidak mau bersosial dengan lingkungan sekitarnya, merasa risih kalau ada yang mengajak dia bicara dan lebih suka menyendiri. Bagaikan hidup di dunia antah-berantah.

6. Hilang Kontak
Ini imbas lumrah bagi pengguna. Di satu sisi dia perhatian bukan main dengan teman-teman maya yang ada di akun facebooknya. Namun di sisi lain dia lalai dengan orangtua dan saudara-saudaranya. Hilang rasa saling percaya berganti dengan prasangka saling curiga. Tidak ada komunikasi. Akhirnya diapun semakin menjauh dari anggota keluarga.

7. Media Selingkuh 
Telah lewat penjelasannya. Baca di sini.

8. Membuang-buang Waktu 
Jelas. Setiap waktu dia sibuk dengan facebook-nya. Hingga hari bagaikan jam, dan jam bagaikan menit. Siang menyingkap malam. Malam melingkup siang. Namun sungguh sedikit sekali manfaat yang dia dapati setiap hari. Ingatlah nasihat emas dari Abdullah bin Umar رضي الله عنهما:

إِذَا أَمْسيْتَ، فَلا تَنْتظِرِ الصَّباحَ وإِذَا أَصْبحْت، فَلا تنْتَظِرِ المَساءَ، وخُذْ منْ صِحَّتِكَ لمرضِكَ ومِنْ حياتِك لِموتك

“Jika engkau berada di waktu sore maka jangan menunggu datangnya pagi. Dan jika engkau berada di waktu pagi maka jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum kamu sakit. Dan pergunakanlah waktu hidupmu sebelum kamu mati.” (Dari Abu Hurairah, diriwayatkan oleh imam al Bukhori)

9. Melupakan Ilmu dan Belajar
Sebenarnya cukuplah satu poin ini sebagai penggugah hati yang sedang tertidur. Sehingga tergerak pula azamnya untuk cepat-cepat meninggalkan dan melupakan facebook.

10. Ajang Tipu Menipu 
Orang bijak di antara mereka berkata: “Kalau kalian ingin membuat akun facebook, jangan menampilkan data asli karena hal itu bisa dimanfaatkan oleh orang-orang jahat.” Ini perkataan dari yang bijak. Belum lagi dengan yang bejat. Masing-masingnya memiliki kesamaan dalam satu sisi yakni dusta. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dan barangsiapa yang menipu kami maka dia bukan termasuk golongan kami” (Hadtis dari Abu Hurairah, riwayat Muslim)

Jadi, kalau data anda palsu, berarti anda telah memperbanyak jumlah penipu. Sedangkan jika data anda benar, anda bisa menjadi korban kelicikan.

11. Tersebarnya Data Pribadi. 
Ini bagi yang jujur. Biasanya wanita yang lugu lagi polos. Dia menampilkan data-data pribadi di dalam akunnya, yang tentu sudah dinanti-nanti oleh para pengintai berakal rendah. Dia pikir semua teman kenalan facebook itu baik, ternyata terbalik.

Dangerous. Awas ……Hati-hati ……!!!! Ada yang menyamar sebagai akhwat meskipun profilnya berhijab lengkap, ternyata dialah kolektor foto akhwat, atau penipu berotak jahat.

12. Meningkatnya Jumlah Kriminalitas.
Mulai dari penipu kelas teri hingga bajingan kelas ‘megalondon’ ada di facebook. Tak khayal, segala bentuk dan model kriminalitas kerap kali terjadi akibat medsos yang satu ini. Komplitnya, pihak yang berwajib merasa sulit untuk membelit para bandit dan penjahat tengik.

13. Perbuatan Seks. 
Ya. Itulah babak finalnya. Kesimpulan terakhir bagi yang suka bermain cinta di facebook. Imanpun terkucil karena kecantol godaan Si manis centil. Mulanya sekadar kenalan…… lalu curhat-curhatan…… cayang-cayangan……. genit-genitan……. kirim-kiriman gambar…… janji pertemuan……. akhirnya terjadilah apa yang terjadi. [3]

14. Sarana Penculik Wanita. 
Hanya Mrs. Pou saja yang biasanya dijadikan bulan-bulanan dalam modus seperti ini. Mau-maunya diajak kencan oleh pria yang cuma kenal dari facebook. Barulah dia sadar setelah tersekap di dalam lubang buaya darat. [Mrs. Pou = Perempuan Otak Udang]

15. Prostitusi.
Kosa kata yang seolah-olah bermakna ilmiah. Padahal tak lain dan tak bukan hanyalah praktek perdagangan wanita PSK. Facebook dan twitter kini menjadi stan pemajang banderol bagi mereka.

Pembelaan terhadap Facebook. 
Sebagian orang mecoba memberikan pembelaan kepada facebook dan konsumennya, “Facebook itu hanya media. Ada baik dan ada pula buruknya. Ya tergantung siapa yang menggunakan !!!”

Kita jawab: “Na’am. Jika anda sudah merasa kuat iman, yakin tetap istiqomah, yakin mampu menjaga pandangan, yang menggunakannya hanya untuk kebaikan, yang tidak akan melalaikan ibadah, yang tidak akan membuang-buang waktu, yang yakin tidak akan tertipu, yang tidak akan melalaikan tugas keluarga dan lainnya……maka terserah kamu. Demi Alloh, kamu tidak akan bisa menjamin keselamatan diri sendiri. Adapun kami, kami khawatir akan termakan rayuan syahwat dan syubhat.”

Sekali Lagi !!!! Kami nasihatkan kepada para pengguna Facebook dan Selurug Media Sosial yang memiliki fitur obrolan umum, agar meninggalkan media-media yang berbahaya ini. Apapun alasannya. Apakah untuk keperluan bisis. Atau sebagai media grup yang mempublikasikan faidah-faidah ilmu dan yang lainnya. Tapi pilihlah media sosial yang lebih terhijab dan aman.

Dan bisa jadi media-media berbahaya semacam ini masih juga digunakan oleh anak-anak kita, istri kita, suami atau komponen keluarga kita yang lainnya. Maka peringatkanlah mereka semua!! Tinggalkan !! Media ini bukan tempat yang layak bagi orang-orang menjaga diri dan agamanya. Wa barokallohu Fiikum.

Akhirnya, kita meminta kepada Alloh Azza Wa Jalla agar diberi tambah rasa ‘khosyyah’ kepada-Nya. Sehingga kita lebih berhati-hati dalam setiap langkah, amin. Semoga penjelasan ini bisa bermanfaat bagi kami sekeluarga, dan seluruh pembaca.

Note: Wal ‘afwu minkum jika bahasa dalam artikel ini terlalu ‘menyengat’. Na’am. Demikianlah ungkapan yang pas, tidak terlalu keras dan tidak juga terlalu ‘benyek’. Agar supaya para pembaca lebih perhatian dari kalimat ke kalimat berikutnya, mengingat betapa seriusnya perkara ini.

Solo, Senin 29 Rajab 1436 H – 18 Mei 2015 M
Hamba Alloh yang selalu alpa,
Abu Dawud al pasimiy

Beda Dakwah Melalui Situs Web dan Melalui Facebook
Satu bimbingan ilmiah –Insya Allohu wa Ta’ala– dari ustadzuna al faadhil Muhammad Umar As-Sewed hafizhahullohu ta’ala. Dalam suatu majelis yang diselenggarakan di Masjid al-Mujahidin Slipi Jakarta Barat, beliau ditanya “Apa perbedaan dakwah melalui situs web dan melalui facebook?”

Jawaban beliau hafizhahullohu ta’ala :

“Situs web itu milik pribadi kita sendiri. Itu sudah jelas perbedaannya, artinya pribadi itu tidak ada orang ikut campur di dalamnya. Tapi kalau facebook itu punya satu sistem mereka yang kamu ikut didalamnya. Sehingga jangan salahkan mereka kalau di facebook-mu ada iklan pelacur. “Saya tunggu kamu ….Mati kamu!” nah, “…nggak bisa ….nggak bisa?!” Itu bukan punya kamu! Itu facebook, isinya dakwah Islamiyyah manhaj ahlussunnah isinya perempuan-perempuan telanjang. Ikhwanu fiddien azzakumlloh, itu sudah dilaporkan kepada saya dari banyak pihak. Sehingga jelas berbeda, tidak sama, na’am.” 

Demikian penjelasan beliau dan audio rekamannya bisa didownload di sini:

Apa Perbedaan Dakwah Melalui Situs Web dan Melalui Facebook? – Al Ustadz Muhammad Umar As-Sewed

Allohu a’lam bi showab. 

Sumber: WhatsApp Grup MAC (Masjid Agung Cimahi) dibawah bimbingan Al Ustadz Abu Yasir Wildan hafizhahulloh. Disusun dan diedit kembali oleh Fawaid Kajian Bandung tanpa merubah makna sebenarnya.

________________________
Catatan kaki:
[1] Bedakan antara media sosial facebook dengan perusahaan facebook.
[2] Autistik : terganggu jika berhubungan sosial dengan orang lain
[3] Motif suka sama suka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *